Yang sudah kami kerjakan.
Angka dihitung kumulatif sejak 2024 dari daftar hadir, laporan kegiatan, dan data kelompok mitra. Setiap angka disertai sumbernya.
Hasil kegiatan yang sudah terlaksana.
Setiap angka diikuti sumbernya.
Angka pohon tertanam, kegiatan gotong royong, dan sekolah yang terlibat akan ditambahkan setelah data pemantauan lengkap.
Jangkauan yang sedang kami siapkan.
Potensi, bukan capaian: ini adalah kelompok dan lahan terdaftar di wilayah kerja kami.
| KTH | Kecamatan | Anggota | Lahan terdata |
|---|---|---|---|
| Sumber Rejeki | Rongga | 26 | 5,79 ha |
| Bina Karya Lestari | Rongga | 21 | 20,4 ha |
| Palisungan | Rongga | 54 | 40,7 ha |
| Tumaninah | Rongga | 53 | belum tersedia |
| Himara | Rongga | 49 | belum tersedia |
| Triloka Jaya | Rongga | 86 | belum tersedia |
| Sawargi | Rongga | 37 | belum tersedia |
| Hegarmanah | Rongga | 23 | belum tersedia |
| Karya Mandiri | Saguling | 28 | belum tersedia |
| Gemah Ripah | Saguling | 25 | belum tersedia |
| Jumlah | 10 KTH | 402 | 66,89 ha |
Baris bertanda adalah tiga KTH pada tahap awal KTH Naik Kelas (101 anggota, tahap rencana). Sumber: daftar registrasi KTH KHDPK, Dinas Kehutanan Jawa Barat; data lahan KTH dihimpun Sabumi.
Dari Pemula menuju Utama.
Pemerintah menilai kelompok tani hutan dari sisi kelembagaan, kawasan, dan usaha. Kelas yang lebih tinggi membuka pengakuan resmi, pendampingan penyuluh, serta akses program dan permodalan.
- Saat ini
Pemula
Pencatatan dan perencanaan lemah; hasil dijual mentah ke tengkulak.
- Target 2027 · skor ≥ 350
Madya
Pencatatan berjalan, kelompok tabungan aktif, rencana konservasi dan rencana usaha tersusun.
- Berikutnya
Utama
Usaha kelompok mandiri, misalnya merek 'Kopi Rongga' milik petani.
Penilaian: Permen LHK P.89/2018 · Akses lahan: skema KHDPK sejak 2022 · Bersama CDK Wilayah IV
Tiga kecamatan di Bandung Barat.
Pada 2023, 124 dari 236 kejadian bencana di Bandung Barat berupa longsor dan pergerakan tanah (Ranwal RPJMD KBB 2025–2029). Di Kecamatan Rongga, 9,87% penduduk tergolong miskin (BPS, 2025).
Skematis, tidak berskala.
-
Basis Sabumi sejak 2024. Jumat Bersih dan Kampung Ramah Lingkungan bersama 30 kepala keluarga di Desa Padalarang, bersama Karang Taruna dan pemerintah desa. Perluasan ke Desa Jayamekar sedang direncanakan.
-
Taman Literasi Anak di Desa Saguling (Agustus 2025). Dua KTH terdaftar dengan 53 anggota. Sekolah Konservasi Girimukti sedang diajukan.
-
Delapan KTH terdaftar dengan 349 anggota di hulu DAS Citarum. Sedang disiapkan: Wanatani Lestari Cibedug dan KTH Naik Kelas, bersama CDK Wilayah IV.
Di luar wilayah kerja: saat bencana terjadi di tempat lain di Bandung Barat, kami turun lewat Sabumi Siaga Bencana, seperti setelah longsor 2026 di Pasirlangu, Cisarua.
Aksi lokal untuk tujuan global.
Setiap tujuan di bawah ini terhubung dengan program yang berkontribusi padanya.
SDG 3 · Kehidupan Sehat dan SejahteraKampung Ramah Lingkungan, Wanatani Lestari Cibedug, KTH Naik Kelas
SDG 4 · Pendidikan BerkualitasTaman Literasi Anak dan sekolah lapang
SDG 6 · Air Bersih dan Sanitasi LayakGotong royong membersihkan saluran air
SDG 10 · Berkurangnya KesenjanganKTH Naik Kelas, minimal 30% perempuan
SDG 11 · Kota dan Permukiman BerkelanjutanKampung Ramah Lingkungan dan regu siaga
SDG 12 · Konsumsi dan Produksi Bertanggung JawabPilah sampah dan kompos bersama warga
SDG 13 · Penanganan Perubahan IklimAgroforestri dan mitigasi longsor
SDG 15 · Ekosistem DaratanWanatani Lestari Cibedug di lahan KHDPK
SDG 17 · Kemitraan untuk Mencapai TujuanKerja bersama desa, CDK Wilayah IV, dan KTH
Siap jadi bagian dari perubahan?
Bawa program, kampus, atau semangatmu ke Bandung Barat. Kami menangani kerja lapangan, dokumentasi, dan laporan terbuka.